RI3SKA.COM – Perdana Menteri Italia, Mario Draghi atas masukan dari Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza, kembali menerapkan pengetatan protokol yang akan diterapkan mulai dari tanggal 15 Maret hingga 6 April mendatang.

Pada kawasan dimana insiden infeksi kumulatif secara mingguan melebihi 250 kasus per 100.000 penduduk masuk dalam kategori area merah.

Dari 15 Maret hingga 2 April dan pada tanggal 6 April 2021, warga di area kuning dan oranye hanya dapat melakukan kunjungan satu kali  dalam satu hari, antara pukul 5.00 sampai pukul 22.00, asal berada dalam lokasi kotamadya yang sama dengan maksimal dua orang dan diperbolehkan untuk membawa serrta anak-anak di bawah umur 14 tahun atau orang dengan disabilitas atau tidak mandiri yang telah tinggal bersama selama melakukan kegiatan kunjungan.

Sementara itu pada saat  menjelang peringatan Hari Paskah, mulai dari tanggal 3 sampai dengan 5 April 2021, pemerintah menerapkan kebijakan zona merah di seluruh region Italia, kecuali untuk daerah atau Provinsi Otonom yang berada dalam  kategori zona putih.

Sementara itu untuk wilayah zona oranye & zona merah, warga yang memiliki rumah pribadi kedua,  hanya dapat mengunjungi rumahnya tersebut sekali sehari antara pukul 5.00 sampai 22.00 selama berada dalam wilayah Region yang sama.

Vaksinasi
Pemerintah Italia sedang  berusaha memenuhi target vaksinasi sebanyak 500.000 warga per harinya dan pada bulan September diharapkan bisa mencapai sekitar 80%  dari total penduduk yang berjumlah sekitar 66 juta orang.

Sampai saat ini Italia telah memberikan 7,9 juta dosis dan akan melipat gandakan dalam tiga pekan ke depan, demikian dikatakan oleh Komisioner Luar Biasa, Jenderal Francesco Paolo Figliuolo penanggungjawab pelaksana kampanye vaksinasi nasional di Roma, Italia, Sabtu, 13 Maret 2021.

Italia mengharapkan pada bulan Juni akan mencapai sebanyak 52 juta dosis dan sebelum musim gugur sebanyak 84 juta dosis.

Italia memiliki 1.733 titik vaksinasi dan juga akan mulai akan menggunakan tenaga para dokter umum sebanyak 44.000 orang dan dokter gigi sebanyak 60.000 orang serta spesialis medis sebanyak 23.000 orang untuk memperkuat jaringan vaksinasi dengan melakukan vaksinasi skala besar di pusat kebugaran, sekolah, struktur asosiasi dan konferensi episkopal sebagai badan pendukung kegiatan vaksinasi.

Selain itu, Italia juga akan meningkatkan adopsi dan solusi teknologi informasi untuk memperluas pemesanan dan sistem administrasi vaksinasi.

Suster AntiVaks di Genova penyebab Cluster Rumah Sakit Sementara itu, seorang suster yang bertugas di sebuah rumah sakit di Kota Genova, telah menolak untuk menjalani vaksinasi, belakangan hari telah terinfeksi dan menularkan penyakit covid-nya  kepada orang-orang di sekitarnya sehingga menimbulkan cluster rumah sakit.

Akibat insiden ini, pemerintah Italia yang selama ini tidak mewajibkan vaksinasi terhadap warganya, mendapat masukan untuk mempertimbangkan kemungkinan  memberlakukan kewajjban bagi petugas medis untuk divaksinasi.

Penulis: Rieska Wulandari
Editor: JG

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

Tinggalkan Balasan

X