RI3SKA.COM – Sebuah studi baru yang dilakukan di Inggris menunjukkan ada peningkatan sebesar 64 persen risiko kematian dari varian virus Inggris, demikian dilaporkan situs Corriere.it pada tanggal 11 Maret yang lalu.

Survei yang telah dilakukan terhadap hampir 55.000 pasien, hasilnya dipublikasikan di “British Medical Journal”.
Varian “Inggris” atau yang dikenal dengan kode B.1.1.7 dari virus korona Sars-CoV-2,  setidaknya 50% lebih cepat penyebarannya dan juga lebih mematikan daripada jenis aslinya.

Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari universitas Exeter, Bristol, Warwick dan Lancaster yang diterbitkan dalam “British Medical Journal” tersebut.

Menurut para ilmuwan, rasio resiko kematian yang terkait dengan varian Inggris adalah 1,64 kali lebih tinggi daripada varian lainnya, yang mengakibatkan peningkatan risiko kematian 64%.

Para peneliti menemukan bahwa varian Inggris telah menyebabkan 227 kematian dari sekitar 55.000 sample pasien, dibanding dengan  141 dari jumlah pasien yang sama  yang terdaftar, tetapi positif untuk varian lain, (diperhitungkan kematian terjadi dalam waktu 28 hari setelah diagnosis).

Para ilmuwan mengingatkan, bahwa  bagaimanapun juga resiko kematian bisa mencapai 2 kali lebih tinggi bagi mereka yang terinfeksi varian Inggris.

Singkatnya, penelitian ini menunjukkan bahwa dengan infeksi varian Inggris resiko kematian meningkat dari 0,25%, yang artinya 1 orang dari 400, akan menjadi 0,4%, artinya  1 orang dari 250.
Hasil awal dari studi ini yang telah dikomunikasikan oleh para ahli dari NERVTAG New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group,  menunjukkan bahwa B.1.1.7 dikaitkan dengan peningkatan resiko rawat inap dan kematian  antara 40% dan 60% dibandingkan dengan infeksi virus “klasik”.

Penulis: Rieska Wulandari
Editor: Julie Ghinami

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

Tinggalkan Balasan

X