RI3SKA.COM – Asia Piazza (17) remaja keturunan diaspora Indonesia berusia 17 tahun dan bermukim di Italia, berhasil meraih juara pertama untuk lomba aplikasi antar SMA tingkat Provinsi di Como, Italia.

Asia Piazza yang dihubungi ri3ska.com pekan lalu mengatakan, dirinya mengambil program Teknologi Komunikasi dan Informatika dan kegiatan ini merupakan bagian dari tugas sekolah yang dilombakan secara nasional.

“Aplikasi (app)  ini kami buat sebagai tugas sekolah dan saya harus membuat ini karena saya mengambil program ICT (Teknologi Informatika dan Komunkasi) di sekolah, jadi saya harus membuat app baru dan profesor saya mengusulkan ide untuk membuat App tentang Covid 19, dan karena itulah saya memutuskan untuk ber-eksperimen bersama teman saya, dimana app ini bisa memperlihatkan kasus Covid-10 dari data resmi yang di keluarkan oleh pemerintah Italia,” tuturnya.

Ia menjelaskan, aplikasi ini memperlihatkan berapa pasien meninggal atau berapa orang telah menjalani tes antigen, selain itu kami membuat penampilan peta yang dibagi berdasarkan wilayah region dan provinsi, yang dicerminkan dengan berbagai warna dengan berdasarkan jumlah kasus di wilayah tersebut.

“Misalnya bila berwarna merah, artinya banyak kasus, jika hijau maka tidak ada kasus atau kasusnya jauh lebih sedikit,” katanya. Ia sangat gembira dapat memenangkan lomba ini.

“Kami memenangkan kontes ini di tingkat propinsi dan juara satu, saya sangat gembira karena berarti kerja keras  kami dihargai,” tuturnya dengan mata yang berbinar.

Selain membuat aplikasi untuk Covid-19, selama pandemi Asia tetap berkarya dengan menbuat program filter yang biasa digunakan oleh para pengguna akun media sosial.

“Saat ini, saya adalah desainer lepas yang membuat filter wajah, topeng, tato atau  makeup  dengan ini saya bisa menghasilkan uang sendiri dan mulai bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, filternya diminati banyak pengguna, karena para influencer (pemengaruh) bisa memakainya untuk mensponsori profil atau pesan kirim mereka. Saya rasa ini membantu mereka sebagai alat promosi dan untuk mendapatkan lebih banyak pengikut bahkan klien pertamanya adalah seorang pemilik akun media sosial dari Indonesia.

“Klien pertama yang saya dapatkan adalah orang Indonesia yang berusia 17 tahun seperti usia saya, tentu saja hal ini membuat saya berfikir  ternyata  anak mudapun  bisa memanfaatkan aplikasi saya.,” ujarnya gembira.

Selain itu, Asia juga memberikan layanan untuk perusahaan: “klien saya juga dari sebuah perusahaan perhiasan ternama yang meminta saya untuk memberikan filter warna, vintage, tekstur dan sebagainya,” katanya menutup obrolannya.
Selamat atas prestasi yang gemilang, Asia!

Penulis: Rieska Wulandari
Editor: Julie Ghinami

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

Tinggalkan Balasan

X