RI3SKA.COM – Komisaris Eropa, Thierry Breton, yang bertanggung jawab atas vaksin, mengatakan bahwa Eropa akan memberikan prioritas pada vaksin yang diproduksi di Eropa dan menyebutkan bahwa  Rusia mengalami kesulitan memproduksi vaksinnya dan pihaknya akan membantu di babak kedua jika mereka membutuhkannya, demikian dikatakannya kemarin dalam siaran televisi Prancis, TF1.

Komisaris Eropa merinci tentang peningkatan kecepatan pengiriman yang diperkirakan di Eropa, yaitu 60 juta dosis pada Maret, 100 juta pada April, 120 juta pada Mei dan 55 pabrik yang sedang memproduksi vaksin di Eropa.
“Hari ini, kami jelas memiliki kapasitas untuk mengirimkan 300 hingga 350 juta dosis pada akhir Juni dan oleh karena itu pada 14 Juli, kami memiliki kemungkinan mencapai kekebalan di seluruh benua,” tandasnya.

Tanggal 14 Juli menurutnya adalah tanggal simbolis, karena hari tersebut merupakan hari libur nasional Perancis untuk merayakan hari Bastille.
Dalam beberapa pekan terakhir telah dibicarakan tentang kemungkinan penggunaan vaksin Sputnik V buatan Rusia di Eropa termasuk Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Perdana Menteri, Mario Draghi yang terbuka  mengenai adanya kemungkinan penggunaan vaksin ini.

Sejauh ini, Institut Spallanzani Institute  di Roma merupakan salah satu lebaga yang akan menetapkan kesepakatan pertama untuk eksperimen ilmiah vaksin Sputnik, sehubungan dengan studi tentang varian.
Sementara itu, EMA akan melakukan inspeksi di Rusia untuk mengevaluasi produksi Sputnik V demikian dilaporkan oleh kepala strategi ancaman kesehatan dan vaksin EMA, Marco Cavaleri, pada program TV ‘Che tempo che fa’ di Rai3, Italia.

“EMA telah memulai peninjauan dalam beberapa siklus, jadi kami bisa melihat semua data untuk mempercepat perijinan berkas-berkas tersebut.  Dan selanjutnya kami mencoba menganalisa semua data yang diperlukan untuk dapat menyetujui vaksin ini “.

Evaluasi EMA
Penilaian EMA pada Sputnik diperkirakan tidak akan selesai sebelum Mei, tetapi beberapa politisi – terutama konservatif dan populisme – berpendapat bahwa kampanye vaksinasi dengan vaksin Rusia harus dimulai sesegera mungkin tanpa menunggu EMA, seperti yang telah terjadi di beberapa negara Eropa Timur.

Untuk saat ini, semua pihak tetap bersikap hati-hati, bahkan di Italia, meskipun ada perjanjian produksi atau eksperimen di Eropa, yang telah dibahas dalam beberapa hari terakhir.  Kanselir Jerman Merkel menjelaskan bahwa vaksin Rusia hanya dapat digunakan di Jerman setelah persetujuan EMA, selain itu akan lebih baik untuk melakukan pembelian bersama di Eropa, seperti untuk vaksin lainnya.  Namun Jerman akan membeli dosisnya sendiri, jika dilakukan pembelian oleh Uni Eropa.

Sumber: AGI & Reuters.

Penulis: JG
Editor: Rieska Wulandari

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

Tinggalkan Balasan

X