Indonesia akhiri kepempimpinan pada Komite Evaluasi IFAD periode 2018-2021                                                                                      

RI3SKA.COM – International Fund for Agricultural Development (IFAD) memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Indonesia pada Komite Evaluasi IFAD yang dapat menjadikan EC IFAD lebih fokus dan efektif dalam musyawarah dan merumuskan rekomendasi yang berkualitas tinggi. Indonesia yang diwakili oleh Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Roma, J.S. George Lantu, selaku Chair Evaluation Committee (EC) IFAD, yang memimpin pertemuan sesi ke-112 pada 19 Maret 2021 lalu.

Pertemuan yang dihadiri oleh para anggota, pengamat, pimpinan IFAD, dan jajaran Independent Office of Evaluation (IOE) IFAD tersebut membahas sejumlah agenda penting antara lain yaitu: strategi negara dan evaluasi program untuk Uganda dan Madagaskar;  evaluasi dampak dari Proyek Manajemen Sumber Daya Nasional Terpadu yang berbasis komunitas di Ethiopia; sintesis evaluasi infrastruktur di IFAD;  draft revisi kebijakan evaluasi IFAD dan  draft revisi TOR Evaluation Committee.

Pertemuan telah menghasilkan berbagai masukan terkait program dan strategi negara serta program evaluasi dampak di Etiopia, termasuk pentingnya berbagi pengetahuan dan peningkatan perhatian terhadap perempuan dan pemuda. Diharapkan, berbagai masukan tersebut dapat menjadi pertimbangan penting dalam menyusun strategi berikutnya.

Terdapat juga berbagai catatan dan masukan terkait sintesis evaluasi infrastruktur di IFAD, draft evaluasi kebijakan evaluasi IFAD dan draft revisi TOR Evaluation Committee. Hasil pertemuan EC akan disampaikan pada pertemuan ke-132 Executive Board IFAD, 19 – 21 April 2021 mendatang.

Pertemuan kali ini juga menandakan pertemuan terakhir EC periode 2018-2021 mengingat telah diselenggarakannya pertemuan Governing Council IFAD pada bulan Februari lalu. Sebagai Ketua EC, DCM Roma menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama, kontribusi dan dedikasi berbagai pihak dalam musyawarah Evalution Committee IFAD.

Penulis: Rieska Wulandari
Editor: SG

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

Tinggalkan Balasan

X