RI3SKA.COM – Kondisi pandemi telah menghambat beberapa sektor industri, namun untuk sektor pakaian kelas atas justru meraih profit. Demikian dikatakan CEO Aray grup, Mena Marano pemilik brand John Richmond, Marcobologna dan Silvian Heach yang menyatakan, tren pasar tercermin dari pertumbuhan yang terbantu oleh sistem belanja on line atau e-commerce dengan kenaikan dan peningkatan penjualan sebesar 108% dibandingkan tahun 2019.

Ia juga mengatakan, kenaikan ini terjadi berkat kemitraan Koleksi Richmond yang melakukan konsolidasi dengan FARFETCH ia mengatakan Kemitraan ini mewakili tingkat pertumbuhan 70% merek John Richmond dibandingkan tahun sebelumnya dangan pasar terpenting adalah Cina, Rusia, dan Amerika Serikat.

Ia menambahkan, kata kunci dari setiap proyek adalah digitalisasi: kampanye penjualan virtual dan showroom yang berorientasi pada e commerce. Klien masa depan menurutnya adalah dunia online, oleh karena itu penting untuk membicarakan tentang transformasi digital.

Ia mengatakan John Richmond dan Marcobologna akan bertransformasi menjadi toko elektronik dengan penjualan langsung berbasis daring yang didukung oleh perusahaan konsultan dengan dua sistem integrator dan strategis, seperti FiloBlu dan Socialrise.

Untuk prospek 2021 ia mengatakan pihaknya telah melakukan perjanjian distribusi internasional aseperti dengan Wealth mengingat adanya kecenderungan kenaikan untuk pasar Cina, dimana mereka memutuskan untuk membangun aktivitas online dan showroom khusus seluas 300 meter persegi di Shanghai yang dibuka pada 8 Maret 2021 kemarin.

Mereka optimis dengan melakukan ekspansi awal yang kuat ini rencananya akan diikuti dengan pembukaan 4 titik penjualan.
Ramah Lingkungan
Menimbang prinsip keberlanjutan sebagai bentuk pengabdian sosial, maka mereka akan memilih bahan baku dari awal rantai pasokan dan proses manufaktur dengan dampak lingkungan dan dampak sosial yang rendah, termasuk menerapkan sistem packaging 100% hijau.

Ia mengatakan, dengan strategi baru ini, diharapkan perusahaannya bisa mendukung rantai pasokan buatan Italia sesuai dengan etika serta mendukung kaum perempuan dan anak anak.

Mereka juga telah menoreh peranjian penting untuk merk John Richmond berupa lini wewangian bekerjasama dengan Italart, perusahaan milik keluarga Tanzi dan koleksi kacamata yang dikembangkan oleh tim kreatif John Richmond di London dan perusahaan Italia Jet Set yang memiliki pengalaman luar biasa di bidang kacamata. Kedua lini ini akan diluncurkan pada musim gugur mendatang.

Kondisi pandemi telah mengehambat beberapa sektor industri, namun untuk sektor pakaian kelas atas justru meraih profit.

Demikian dikatakan CEO Aray grup, Mena Marano pemilik brand John Richmond, Marcobologna dan Silvian Heach yang menyatakan, tren pasar tercermin dari pertumbuhan yang terbantu oleh sistem belanja on line atau e-commerce dengan kenaikan dan peningkatan penjualan sebesar 108% dibandingkan tahun 2019.

Ia juga mengatakan, kenaikan ini terjadi berkat kemitraan Koleksi Richmond  yang melakukan konsolidasi dengan FARFETCH ia mengatakan Kemitraan ini mewakili tingkat pertumbuhan 70% merek John Richmond dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, pasar terpenting adalah Cina, Rusia, dan Amerika Milan Fashion Week yang berlangsung pekan lalu di kota Milan, masih kental diwarnai ketatnya protokol untuk menghindari penyebaran Covid-19. Namun demikian suasana lebih meriah dibandingkan gelaran yang sama pada edisi September 2020 lalu.

Sementara itu pada Milan Fashion Week yang berlangsung pekan lalu di kota Milan, masih kental diwarnai ketatnya protokol untuk menghindari penyebaran Covid-19. Namun demikian suasana lebih meriah dibandingkan gelaran yang sama pada edisi September 2020 lalu.

Insert Giacomo Willian Faillace – Penyelenggara International Fashion Expo William mengatakan acara tahun ini jauh lebih dinamis dibanding edisi September 2020 lalu dimana lebih banyak presentasi dan peragaan busana, namun demikian karena situasi pandemi, persentasi kegiatan lebih banyak dilakukan dengan media digital dan karena situasi pandemi, pergerakan antar benua masih sulit.

Namun demikian, International Fashion Expo berusaha menyelenggarakan kegiatan ini kembali pada pada 24 dan 25 September 2021 yang akan datang, dengan kehadiran peserta dari Indonesia dalam jumlah cukup banyak, terutama dari desainer dan figur profesional dari Indonesia.

International Fashion Expo sedang menyiapkan sebuah kegiatan yang khusus mengakomodasi pengusaha, desainer dan artis dari Indonesia yang ingin memperkenalkan produknya di Italia, juga bagi desainer interior dan artis dari Indonesia yang ingin memperlihatkan produk istimewa mereka. Kami akan menyambut dengan terbuka, para desainer dari Indonesia.

Penulis: Rieska Wulandari
Editor: Syahrul Gunawan

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

Tinggalkan Balasan

X