Dalam bahasa aslinya (Jerman) berjudul “Jeder Stirbt Für Sich Allein”, di Italia diterjemahkan menjadi “Lettera da Berlino” merupakan film drama yang didebut tahun 2016.

RI3SKA.COM – Film ini merupakan hasil produksi bersama antara Jerman, Prancis dan Inggris, yang disutradarai oleh Vincent Perez dengan berkolaborasi bersama Achim dan Bettine von Borries, skenario diambil dari hasil adopsi novel karya Hans Fallada yang diangkat dari kisah nyata pasangan Hofmann.

Menampilkan Brendan Gleeson dan Emma Thompson sebagai figur pemeran utama Otto dan Anna Quangel yang luar biasa memukau para penonton untuk menyelam ke dalam atmosfer perang dunia kedua.

Cerita yang lahir karena terpukulnya perasaan kedua pasangan ini atas kematian putra mereka; sangat kontras dengan rakyat Jerman yang berpesta merayakan kemenangan perang melawan Perancis, 1940.

Sebagai pasangan yang bekerja sebagai buruh  di Berlin pada era Perang Dunia kedua, kehidupan mereka tampaknya dianggap tidak penting, namun demikian mereka telah mempertaruhkan hidup mereka karena merasa yakin bisa mengubah pandangan masyarakat, dengan melakukan kampanye tetesan air mata sebagai bentuk perlawanan politik tanpa kekerasan.

Film ini memperkenalkan pandangan sejarah dari sudut yang tidak lazim. Menggambarkan upaya dunia pra-internet sebagai bentuk perlawanan secara bergerilya, lebih lambat dan jangkauan masih kurang namun tetap menunjukkan pentingnya menentang penindasan dengan bentuk papun caranya.

Kisah ini menceritakan bagaimana 267 kartu pos pahlawan yang  menjadi butiran pasir di mesin perang Nazi.
“Ibarat mesin, sedikit pasir di roda gigi tidak akan menghentikan mesin, tetapi jika seseorang melempar pasir lebih banyak dan lebih banyak lagi, motor mesin akan tersendat-sendat dan jalur  perakitan akan berhenti” demikian prinsip perlawanan ini.

Sebuah kisah sederhana namun mendapat kekuatan intensitas halus dari dua pemeran utama ini yang mampu memicu serangkaian perasaan: kemarahan, ketegangan, horor, kelembutan, kesedihan, dan banyak lagi yang  dilengkapi dengan latar belakang dentingan piano Alexandre Desplat yang khas sehingga film kelabu ini tetap terdengar indah.

Keindahan lainnya terletak pada akting yang sempurna, menyuguhkan ekspresi wajah pemeran yang baik dan solid beserta tindakan yang berbicara lebih kuat daripada dialog, sehingga tidak membosankan.

Brendan Gleeson adalah aktor luar biasa yang menggambarkan ‘orang biasa’ dengan keasliannya. Emma Thompson maupun Gleeson, keduanya luar biasa dalam menghidupkan karakter mereka, termasuk penampilan Daniel Bruhn sebagai Inspektur Escherich yang juga sama hebatnya dengan kedua pemeran utama, dengan demikian dilihat dari segi pemeran, film ini bisa memuaskan  mereka yang menghargai akting film.

Banyak film dan buku yang telah ditulis tentang holocaust, pemusnahan kaum Yahudi dan kaum gay, tetapi hanya sedikit yang menampilkan dan menunjukkan kisah warga Jerman biasa, khususnya Berlin. Film ini memperkenalkan kehidupan dan kisah orang-orang yang menentang kebangkitan Nazi Jerman dari dalam.

Manfaat dari film ini, “Tindakan kecil sekalipun dapat memiliki efek riak, yang mencerminkan bahwa seseorang dapat melakukan perlawanan walau tanpa kekerasan dan perlawanan yang berkelanjutan akan menghentikan kejahatan sebelum menyebar luas”.

Penulis: Claudia Magany
Editor: Rieska Wulandari

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

Tinggalkan Balasan

X