RI3SKA.COM – Dalam situasi normal, tanpa kita sadari, kita lebih banyak mengalokasikan waktu untuk bermobilisasi, berkunjung kesana dan kemari, sampai waktu dan energi kita habis.

Tiba-tiba, kita disergap pandemi. Situasi sekitar menjadi memprihatinkan dan berbahaya. Selama satu tahun terkahir, kita semua dilatih untuk kembali mengasah ruang-ruang empati dan simpati.

Ketika menyadari bahwa berita kematian itu bukan sekedar angka, tapi ada banyak rencana, kenangan dan masa depan yang hilang menguap bersama kisah tragis itu.

Hampir satu tahun kita semua mengetatkan ikat pinggang, masuk dalam kondisi prihatin. Pada saat kita terkurung dalam rumah, ternyata benih seni yang terkubur lama, seolah terpupuk kembali, tiba waktunya untuk kembali, gairah lama, bakat terpendam, inspirasi, energi dan cita-cita yang selama ini tak terwujud
karena kesibukan lain.

Kami dari Ri3ska.com, melihat antusiasme para diaspora Indonesia di Italia, yang memilih untuk mencurahkan waktunya dengan kembali menyalakan gairah berkesenian di rumah mereka masing-masing, sebagai cara mereka menggoreskan rindu dan menyampaikan semangat juang.

Edisi pertama, kami tampilkan diaspora Indonesia yang berprofesi sebagai penyanyi di Italia, Betty Bariati, seorang seniwati, putri asli Solo, jiwanya yang kuat terdengar dari gelegar dan merdu, bagai buluh perindu suaranya, sementara sisi  pribadinya yang halus gemulai, terlihat jelas dari sentuhan kuasnya.

Ia bercerita, selama pandemi, kegiatannya menyanyi di arena pertunjukan dan hiburan tertutup karena restriksi pemerintah yang sedang giat-giatnya memutuskan rantai virus, ia pun mengalihkan perhatiannya pada kegiatan melukis, sebagai  salah satu cara menjembatani harapan menuju masa depan yang lebih sehat dan ceria. Terlihat, semua benda sekitar, menjadi obyek lukisannya dari karangan bunga baik di taman maupun dalam jambangan, kucing yang berjemur di halaman dan sketsa kota pantai yang pernah dikunjunginya.

Semoga penampilan perdana rubrik ini menjadi hiburan dan inspirasi tersendiri bagi pembaca, sekaligus kami perkenalkan juga pengasuh rubrik Mbak Claudia Magany yang tak kalah kreatif dalam membuat berbagai macam seni kriya. Salam hasta karya dan tetap semangat.




Penulis: Rieska Wulandari – Jurnalis, ketua Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indonesia (ISKI) Cabang Eropa
Editor: JG

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

2 thoughts on “Nyalakan Lagi Gairah Seni, Kala Pandemi”
  1. Salam sejahtera buat semua, wow terima kasih Dindaku Rieska, mantap banget ringkasan liputanya, semangat & tetap produktif di masa pandemia ini, sukses selalu dalam segala hal & stay safe yah.. God blessed ❤

  2. Terima kasih Mbak, semoga mbak sehat selalu. Terima kasih atas inspirasi dan gairah seni yang selalu mbak bagikan untuk kami semua ya..

Tinggalkan Balasan

X