RI3SKA.COM – Perang melawan Covid-19 gelombang 2 yang dilancarkan secara Nasional pada 3 November lalu, mulai memperlihatkan hasilnya. Perlahan Italia yang sebelumnya penuh noktah merah, berangsur – angsur membaik dan gradasi warna bergeser ke arah oranye.

Menteri Urusan Daerah, Italia, Francesco Boccia mengatakan pada hari Rabu (2/12) melalui webinar “5G Italy and the Recovery Fund” optimis bahwa dalam dua pekan mendatang, seluruh wilayah Italia akan lebih baik dan gradasi warna akan menjadi kuning. 

Ia melanjutkan, Italia juga akan melakukan kampanye vaksinasi mulai 7 Januari mendatang. Situasi Italia yang pada pertengahan November sempat mengalami penambahan kasus Covid-19 hingga 37.000 pasien baru dalam sehari, mulai mampu memperlambat laju infeksi dan setiap hari angka terus memberikan indikasi positif.

Hari ini penambahan harian di angka 20.709 pasien dengan kematian mencapai angka 684 jiwa dalam 24 jam. Total pasien yang berhasil sembuh melebihi angka 800 ribu orang dan hari ini terdapat 38.740 ribu orang sembuh.

Sementara Itu menteri kesehatan Italia, Roberto Speranza di hadapan parlemen hari ini mengatakan, serangkaian tindakan yang diterapkan dalam beberapa minggu terakhir mulai memberikan hasil awal yang menggembirakan.

Roberto Speranza, Menteri Kesehatan Italia (Foto: Wikipedia)

Ia menambahkan situasi sangat serius di seluruh negeri dan tidak bisa dianggap remeh. “Sirkulasi virus masih tinggi dan hati-hati jangan terlena dengan sinar matahari pertama dan kemudian tersandung dalam bahaya. Jangan  lengah, gelombang pandemi ketiga sudah dekat, ” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, menghadapi Natal dan Tahun Baru dimana warga sudah sangat tidak sabar untuk segera berlibur, Menteri kesehatan telah membuat peraturan yang sangat ketat dimana masyarakat tidak boleh keluar dari wilayah kota masing-masing selama 25 Desember hingga 1 Januari 2021.

“Liburan mendatang harus dihadapi dengan keseriusan yang ekstrim jika kita tidak ingin kembali melakukan penutupan besar-besaran pada Januari dan Februari,” tandasnya. 

Speranza juga mengatakan Italia berpegang pada landasan fundamental bahwa kesehatan merupakan prasyarat yang dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi dan sosial yang kokoh, oleh karena itu, vaksin merupakan barang umum dan hak yang harus dimiliki setiap orang, terlepas dari pendapatan dan wilayan tempat dia bekerja.

Adapun Italia akan mengambil vaksin dari Astra Zeneca sebanyak 40.38 juta dosis, Johnson and Hohnson 53,84 juta dosis, Sanofi 40,38 juta, Pfizer /BNT sebanyak 26,92 juta dosis, CureVac sebanyak 30,285.000 dan Modern sebanyak 10.768.

Italia tidak akan mewajibkan vaksin anti Covid-19 namun akan berusaha memberikan vaksin terutama kepada mereka yang paling rentan dan paling membutuhkan dan menjamin vaksin akan diberikan gratis oleh pemerintah.

Vaksin akan didistribusikan dengan bantuan kerjasama antara klinik rumah sakit, dokter keluarga dan dokter militer dimana logistik, pengadaan, penyimpanan dan pengangkutan akan menjadi tanggung jawab Komisaris Luar Biasa.

Italia juga akan mengedepankan sistem informasi modern dengan mengelola kampanye vaksinasi secara efektif, terintegrasi, aman dan transparan dengan pengawasan farmakosurvei dan imunologi yang efektif untuk memastikan tingkat keamanan tertinggi selama kampanye vaksinasi.

Penulis: Rieska Wulandari – Jurnalis, ketua Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indonesia (ISKI) Cabang Eropa.
Editor: Syahrul Gunawan

By Redaksi

Minds are like parachutes; they work best when open. Lord Thomas Dewar

2 thoughts on “Lawan Gelombang 2 Covid-19, Italia Memasuki Babak Baru”

Tinggalkan Balasan

X